Kamis, 01 Desember 2011

dialog aku dan dirimu

Selamat Membaca....

Dialog Aku dan Dirimu
Dirimu          : Kamu memanggilku?
Aku              : Memanggilmu? Tidak.... ini siapa?
Dirimu          : Ini Dirimu. Aku mendengar do’amu dipanjatkan padaNya. Jadi aku ingin berbincang-bincang denganmu.
Aku              : Ya, sangat sering berdoa, hanya agar saya lebih baik. Tapi, sekarang saya       sedang sibuk, sangat sibuk
Dirimu          : sedang sibuk apa? Semut juga sibuk!
Aku              : nggak tau yaa. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
Dirimu          : Benar sekali. Aktifitas memberi kesibukan. Tapi, kesibukan memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
Aku              : Saya mengerti itu, tapi saya tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya saya tidak mengharapkan Tuhan mengajak chatting seperti ini.
Dirimu          : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu , dan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, aku menggunakan medium lebih yang nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.
Aku              : Ok, sekarang beritahu saya, mengapa hidup menjadi rumit?
Dirimu          : Berhentilah menganalisa hidup. Jalanilah saja. Analisanya yang menjadi rumit.
Aku              : Kalau begitu mengapa kami manusi tidak pernah merasa senang?
Dirimu          : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa   khawatir kamu menganalisa. Meraka khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
Aku              : Tapi, bagaimana mungkin kami tidak khawatir jika begitu banyak ketidakpastian?
Dirimu          : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari tapi penderitaan itu sebuah pilihan.
Aku              : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik itu selalu menderita?
Dirimu          : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
Aku              : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
Dirimu          : Ya, dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu. Baru pemahamannya.
Aku              : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
Dirimu          : Masalah adalah rintangan yang ditunjukan untuk meningkatkan kekuatan 
mental (peposeful roadblocks offeringbenefecial lessons (to) enhance mental strenght Problems). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari leha-leha.
Aku              : Sejujurnya di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah?
Dirimu          : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu akan 
melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke dalam, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
Aku              : Kadang-kadang keberhasilan memberiku menderita.apa yang dapat saya lakukan.
Dirimu          : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Berjalanlah dengan kompas, biar orang lain berjalan dengan waktu
Aku              : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
Dirimu          : Selalu melihat seberapa kamu sudah berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus disyukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh!
Aku              : Apa yang menarik dari manusia?
Dirimu          : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku.....?” Jika merekabahagia, tidak pernah ada yang bertanya “Mengapa harus aku........”
Aku              : Kadangkala saya bertanya, siapa saya? mengapa aku disini?
Dirimu          : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya disini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
Aku              : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
Dirimu          : Hadapilah masa lalu mu dengan tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa sakit.
Aku              : Pertanyaan terakhir. Sering ku berdoa. Tapi doaku tidak dijawab oleh Tuhan-Ku?
Dirimu          : Tidak ada yang tidak dijawab. Hanya seringkali jawabannya adalah TIDAK atau BELUM SAATNYA.
Aku              : Terima kasih atas chatting yang indah ini.
Dirimu          : Ok! Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri  untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah pada-Nya. Hidup itu indah jika kamu tau cara untuk hidup.