Jumat, 25 November 2011
Cerpen "KEJAHILAN ANDI dan ANISA"
Hoaammm,,, malam yang melelahkan untuk Andi, karena seharian dia sudah mengabiskan waktunya untuk liburan bersama keluarganya. Sesampai di rumah dia tidak sempat berbicara apapun karena terhanyut oleh rasa capek dari liburan itu. masuk di kamar tanpa sepatah kata pun. Kami pun merasakan itu.
“Pagi semuaa.....”sapa Andi sebangun tidurnya.
“ Pagi juga.....” balas Mama, Papa, dan adiknya.
“Ma, kakak mana?” Tanya Andi.
“kakak kamu sudah berangkat kursus pagi tadi, katanya waktunya dipercepat untuk hari ini”jawab Mama Andi.
“Ohh,, saya kira dia belum bangun, kan bisa dikerjain dulu” ejek Andi.
“ Husst, kamu ni,, baru pagi mau bikin kakak kamu naik darah” balas Mama Andi.
“ Hehehe kan gak papa Ma” sahut Andi.
Andi pun bergabung sarapan bersama keluarganya. Andi adalah anak dari salah satu keluarga sederhana. Dimana Mama Papanya adalah seorang Guru SMA. Anak yang terdiri dari 3 bersaudara, ada Anisa adiknya, dan Amirah kakaknya. Adiknya Anisa sudah bersekolah di Sekolah Dasar dan kakanya Amirah sudah SMA. Dan Andi sendiri sudah mw masuk SMP. Andi seorang anak yang bisa dibilang lumayan cerdas dan punya banyak teman di sekolahnya, di luar sekolahnya pun juga begitu. Andi juga terkenal begitu karena orangnya humoris .
Hari ini adalah hari ke 2 liburannya. Dia bingung untuk beraktifitas apa. Sampai dengan kebingungannya itu dia hanya berkurung diri di kamar dengan segudang game koleksinya. Adiknya Anisa pun juga ikut bergabung dengan dia.
“Kakak lagi main game apa?”tanya Anisa.
” Kakak lagi asik main game visualboy”jawab Andi.
“oohh,, eh kakak ganteng aku punya es krim ni,, mau tidak?”ajak Anis.
“ Mw lah.. bagi dong” pinta Andi.
“ets, tunggu dulu,, tidak gratis, ajarin aku dulu main game itu”jawab Anisa.
“ iya aku janji,, tapi, bagi ya es krimnya. By the way, Nisa,, es krim ini, dapat dari mana?” Tanya Andi.
Temen kakak Amirah yang ganteng itulah kak. Siapa? Siapa lagi kalau bukan Reza? Oh kak Reza? Saya kira siapa. Baguslah. Sambil makan es krimnya Andi pun menjelaskan game itu. Tak lama kemudian kakaknya pulang dari tempat kursusnya.
“Assalamu Alaikum”salam Amirah.
“Waalaikum ssalam, tunggu sebentar” jawab Mama.
Mama pun membukakan pintu untuk Amirah. Dengan wajah yang berseri-seri dia masuk. Kayaknya dia senang banget. Andi pun mendapat ide bersama Anisa untuk ngerjain kakaknya Amirah.
Andi dan Anisa sedang merencanakan sesuatu untuk ngerjain kakaknya yang cengingisan senyum-senyum tak jelas itu. Mereka berencana untuk mengacak-acak kamar kakaknya itu. padahal, Amirah tak suka dengan suasan kamar yang berantakan ketika baru pulang di rumah. Dengan begitu, rencanya pun berhasil ngerjain kakaknya yang tadinya cengengesan senyum-senyum tak jelas gitu langsung berubah menjadi merah karena emosi yang tak tingkatan dewa (kata Anisa).
“pasti ini kerjaan Andi, Andiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”teriak Amirah.
“Iya ada apa kak?”tanya polos Andi.
“ Kamu kan yang berantakin kamar kakak?tanya Amirah.
“ Iya kakak, tapi bohong hahah,,”jawab Andi. Sambil tertawa Andi pukulkan sebuah guling yang besar ke kepala kakaknya dan berlari. Amirah pun mengejar Andi sampai di taman rumah.
“Awas ya Andi, kamu gak bisa pulang lagi, kalau kamu berani pulang kamu akan dapat balasannya”jengkel Amirah.
Amirah pun kembali masuk ke rumah, dan bersembunyi di belakang pintu. Tapi, ternyata Anisa ada di belakangnya, tanpa bimbang, Anisa membungkus kepala kakaknya dengan handuk yang besar.
“Hahahah kakak Amirah, kena lagi jadi 2-0”ejek Anisa. Anisa langsung berlari ke tempat Andi
“Iiiiiiiiiiihh ,, awwas ya kalian tunggu balasan kakak”jawab Amirah.
Sambil berfikir untuk ngerjain adik-adiknya itu, tak lama kemudian Amirah mendapat ide. Amirah rencana membuat pancingan untuk adik-adiknya pulang ke rumah. Kebetulan tadi, dia sempat singgah untuk membeli coklat untuk cemilannya. Dia pun memancing adik-adiknya untuk pulang ke rumah dengan coklatnya itu. Dia pun makan coklat itu di jendela supaya adik-adiknya itu melihat. Dengan pandangan Anisa melihat kakaknya yang sedang makan coklat. Dia pun melaporkannya ke kakaknya Andi. dengan begitu mereka masuk ke rumah. Tapi, Amirah tak begitu menyusun rencanya untuk ngerjain adik-adiknya itu. Dia meletakkan bantal guling di atas pintu rumah dengan begitu ketika adik-adiknya masuk dia langsung terkena bantal guling tepat di kepalanya. Rencananya itu, ternyata berhasil.
“Auh,, aduh sakit” jerit mereka.
“Makanya kalau ngerjain kakak, lihat dulu waktu yang pas”balas Amirah.
“Iya deh,, kami minta maaf ya kakak cantik, abisnya kakak baru pulang sudah cengar-cengir senyum-senyum sendiri siihh”balas Andi.
“ Mmm,, kakak cantik ? tumben kaliyan muji-muji kakak? Pasti ada maunya kan?”sahut Amirah.
“ Heheh kakak cantik tau aja, bagi coklatnya dong kakak kami yang paling imut”pinta Anisa.
“ Hmm,, gaak ahh,, kaliand kan sudah ngerjain kakak, jadi, gak boleh”respon Amirah
“ Loh ko begitu sih kakak? Kakak pelit amat sih?” balas Andi.
“ Ya....ya... kakak cuman bercanda ko’.. mm, tapi ada syaratnya bersihin dulu tuh kamar kakak, baru kita makan bereng di kamar kakak. Gimana setujuh?”pinta Amirah.
“Okay deh kakak ”.jawab Andi dan Anisa.
Dengan begitu mereka pun berdamai dan akrab kembali, tapi kejailan Andi untuk ngerjain kakaknya tak berhenti di situ lagi. Kalau dia lagi kurang kerjaan pasti kakaknya jadi, korban untuk obat kejenuhannya. Selain kejailannya itu, dia juga sering menghibur kakaknya atau siapa yang Andi lihat sedih. Dengan begitu, kejailannya itu juga kesykuran buat Amirah.
Pada suatu hari,kakaknya pulang dari sekolah.Tapi , tidak seperti biasanya dia yang menyapa adik-adiknya, menanyakan kabar di sekolah. Sekarang dia pulang dengan wajah yang cemberut. Entah apa yang sedang kakaknya alami. Langsung masuk kamar, dan mengunci kamar. Padahal, Andi ingin mencoba menghibur kakaknya, tapi dalam keadaan kamar kakaknya yang terkunci, Andi tidak dapat melakukan apa-apa untuk menghibur kakaknya itu. Andi pun mencoba untuk mengajak main game bersama. Tapi, tidak ada jawaban dari kakaknya. Akhirnya, Andi menunggu sampai kakaknya keluar dari kamarnya, karena mungkin saja kakaknya itu sedang kecapean dan tertidur. Tak lama kemudian, kakaknya keluar dengan wajah yang masih cemberut. Andi pun mencoba untuk mencari Anisa untuk bersama membuat kakaknya tersenyum lagi. Andi dan Anisa pun mendapat ide. Mula-mula Anisa bertanya kepada kakaknya Amirah
“Kakak sudah nangis ya..?” tanya Anisa.
“tidak kok dik”balas rendah Amirah.
“kok,, mukanya kakak gitu?”tanya lagi Anisa
“mukanya kakak tidak apa-apa kok Dik” balas Amirah dengan mencoba menyembunyikan kesedihannya itu.
“tuh kan muka kakak monyong tuh” balas Anisa mulai rencanya.
“mana? Tidak kok”balas Amirah.
“iya kak, ni lihat saja muka kakak di cermin” kata Andi ikut gabung juga, dan menunjukkan yang katanya cermin, tapi ternyata foto monyet yang lagi senyum lebar.
“yee,, enak aja kamu ni, mukanya kakak di samain ma monyet” balas Amirah yang mulai tersenyum.
“hehehe, ya gitu dong kakak, senyum lagi kan semakin mirip dengan foto ini” ejek Andi mulai menjahili kakaknya.
“heehhh,,, ko’ malah tambah mirip sih? Kamu tuh, tidak sadar mirip Narji, ahhahah”balas lagi Amirah, mulai dengan tawanya.
“hahhahaah, kakak Amirah benar” ikut Anisa mendukung Amirah.
“yeee,,, enak aja, aku ni kan mirip Bisma anggota Sm*h, ya kan Anisa”jawab Andi yang tidak mau kalah.
“tidak tuh, hahahah kakak Andi tu miripnya Narji saja” balas Anisa berlari menjauh Andi.
“hmhhmm, tunggu ya Anisa,, aku kejar kamu”balas Andi
Sambil Andi dan Anisa kejar-kejaran sambil saling mengejek. Amirah, hanya tertawa melihat adik-adiknya berkejar-kejaran sampai di halaman rumah.
Dengan begitu, Andi dan Anisa sudah berhasil membuat kakaknya tersenyum lagi. Amirah semakin menyayangi adik-adiknya yang lucu-lucu itu. Setelah itu, Amirah memanggil mereka untuk berdamai. Dan Amirah berterima kasih kepada adiknya karena dengan begitu masalah yang Amirah alami, mulai tabah dan tenang mengahadapinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar